Selamat Datang

MEDIA INFORMASI KAMPUS
(Tidak Akses Info Kampus Hari ini - Tidak Keren !) 
  Untuk Download Jadwal Kuliah Smester Genap Th.2015,
Klik Info Akademik 

  
 

PEMKAB ACEH UTARA LEPAS 580 MAHASISWA KPM STAIN MALIKUSSALEH

 

  
 

Pemerintah kabupaten Aceh Utara lepas 580 mahasiswa STAIN Malikussaleh Lhokseumawe untuk mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) senin (16/02/2015) di halaman gedung jurusan dakwah Alu Awe Lhokseumawe.

 

Acara Pelepasan tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Aceh Utara Bidang Pendidikan M. Nasir. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh M. Nasir, Bupati Aceh Utara mengatakan, kehadiran Mahasiswa STAIN Malikussaleh ditengah-tengah masyarakat kabupaten Aceh Utara dapat menjadi modal dan potensi yang besar untuk pembangunan Aceh Utara. “ dalam kegiatan KPM diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu sebagai dharma bakti dalam berbagai sektor dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya cita-cita pembangunan Aceh Utara”, harapnya.

 

Pelepasan mahasiswa KPM yang dilakuan secara simbolis melalui pemakaian baju almamater kepada dua perwakilan mahasiswa oleh Ketua STAIN Dr. H. Hafifuddin, M. Ag dan Staf Ahli Bupati Aceh Utara M. Nasir itu berlangsung khidmat.

 

Ketua Panitia, Drs. Mahdi Syihab, MH, mengatakan mahasiwa yang KPM gelombang pertama tahun ini akan disebar dalam 60 gampong di 7 kecamatan , yakni Kecamatan Cot Girek, Baktia , Baktia Barat, Jambo Aye, Langkahan,  Nisam , dan Muara Dua. Mahdi berharap, mahasiswa dapat membawa pengaruh yang baik kepada masyarakat dan menjadi tolak ukur sebagai agen perubahan untuk pembangunan masyarakat yang lebh baik.

 

Mahdi Juga menambahkan, Kuliah Pengabdian Masyarakat itu akan dilaksanakan oleh mahasiswa selama lebih kuang 44 hari setelah sebelumnya dibekali dengan Ilmu agama dipesantren. Setiap kelompok KPM untuk masing-masin desa penempatan mahasiswa akan didampingi oleh satu orang supervisor.
 
 

SUASANA MENJELANG PELEPASAN KULIAH PENGAMDIAN MASYARAKAT (KPM)

 STAIN  MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE ANGKATAN-I TAHUN 2015

 Menjelang Upacara Seremonial  Pelepasan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Empat ratusan mahasiswa dari berbagai program study STAIN Malikussaleh Lhokseumawe berkumpul dilapangan Upacara STAIN Malikussaleh Lhokseumawe sejak pukul 08.00., 16/02/2015.

 

 

 

497 orang mahasiswa peserta KPM plus 30 orang dosen Supervisor telah mulai berkumpul di lapangan Upacara STAIN Malikussaleh Lhokseumawe untuk mengikuti upacara pelepasan yang direncanakan dilaksanakan pada pukul 10.00 wib.  Berbagai barang perlengkapan mahasiswa terlihat dibawa sebagai bekal kebutuhan, karena mereka akan tinggal dilokasi KPM hingga 45 hari kedepan, demikian di jelaskan oleh Sulaiman, S.Pd.I., sebagai salah seorang panitia pelaksana KPM dari STAF Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan.

 

 

 

Sulaiman menambahkan,  497 mahasiswa akan ditempatkan di 59 Gampong terpisah yang tersebar di 7 Kecamatan berbeda yaitu Kec. Langkahan, Kec. Tanoh Jambo Aye, Kec. Baktya, Kec. Baktiya Barat, Kec. Cot Girek, Kec. Nisam(dilokasi Gampong Binaan STAIN) kabupaten Aceh Utara dan Kec. Muara Dua (Di Gampong Lokasi Kampus STAN) Kota Lhokseumawe. Demikian tutupnya.
 
 
 STAIN MALIKUSSALEH GELAR PELATIHAN PENELITIAN
 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe menggelar pelatihan penelitian dengan tema “Integritas Riset Dalam Perkuliahan” di Aula Akademik Alu Awee Lhokseumawe Jumat (13/02/2015). Kegiatan tersebut menghadirkan guru besar dari UGM Jogyakarta Prof. Irwan Abdullah, Ph.D sebagai pemateri.

 

 

Ketua panitia, Drs. Mahdi Syihab, MH, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pascasarjana STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, dosen IAIN Langsa, IAI Al Aziziyah Samalanga, IAI Al Muslem Bireun dan Universitas Malikussaleh. “ pelatihan ini tidak hanya digelar bagi para dosen dilingkungan STAIN Malikussaleh saja, tetapi panitia juga mengundang dosen-dosen dari beberapa perguruan tinggi lainnya yaitu IAIN Langsa, IAI Al Aziziyah Samalanga, IAI Al Muslim Peusangan Bireun dan Universitas Malikussaleh” ungkap Mahdi.

 

Lebih lanjut Mahdi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Milad STAIN Malikussaleh yang ke-11 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian dosen dan melahirkan terobosan baru dalam bidang penelitian. “ kegiatan ini merupakan rangkaian Milad STAIN Malikussaleh sebagai upaya meningkatkan kualitas lembaga dan melahirkan dosen-dosen yang berkualitas dibidang penelitian”, ujarnya.

 

Dia juga berharap, dengan adanya pelatihan ini, para dosen lebih bersemangat untuk melakukan penelitian dan menyajikan hasil penelitiannya kepada mahasiswa, bukan hanya mengajarkan teori-teori saja. “para dosen ketika mengajar tidak hanya memperkenalkan teori-teori saja, tetapi mampu menyajikan hasil penelitianya kepada mahasiswa”, imbuhnya.

 

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe Dr. H. Hafifuddin, M.Ag dalam sambutannya mengatakan, pelatihan penelitian ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas lembaga dan dosen, dia berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Menurutnya, untuk menghadirkan seorang  pemateri sekaliber Profesor di kampus STAIN Malikussaleh Lhokseumawe saat ini sangat susah ibarat menunggu pesawat jatuh, maka manfatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tegasnya.

 

 
 
Prof. Irwan Abdullah, Ph. D :
 Peneliti STAIN Harus Tembus Jurnal Internasional
Tidak menutup kemungkinan suatu saat peneliti dari STAIN Malikussaleh dapat menembus jurnal Internasional seperti Oxford Islamic Studies, hal ini disampaikan Prof. Irwan Abdullah, Ph. D sebagai motivasi disela-sela menyampaikan materi dalam kegiatan “ Pelatihan Penelitian” dilaksanakan Pusat  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) STAIN Malikussaleh di Aula Biro  Kampus STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Jumat (13/02/2015).

 “ saya yakin, jika dosen STAIN Malikussaleh Lhokseumawe mau melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh dan memiliki target untuk mempublikasikan tulisannya, maka tidak menutup kemungkinan suatu saat tulisannya akan dimuat dalam jurnal Internasional seperti Oxford Islamic Studies ujar guru besar UGM tersebut.

 
Doktor dalam bidang Social Anthropology University of Amsterdam, Netherlands ini juga menambahkan, jika dalam menulis artikel ilmiah tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh maka tulisan tersebut tidak akan selesai. “kita tidak boleh disibukkan dengan hal-hal kecil dan tidak penting tegasnya.
 
Menurut professor yang sudah melakukan penelitian lebih dari 110 judul ini, menulis artikel ilmiah sangat mudah, karena saat ini sudah banyak sekali literature-literatur yang bisa dijadikan sebagai referensi. Dia juga membagikan e-Book miliknya sebagai rujukan tambahan untuk membantu peserta dalam melakukan penelitian nantinya.
 
Lebih lanjut, dia mengatakan, sebenarnya penelitian itu hanya terbagi tiga, yaitu skripsi untuk mahasiswa S1, tesis untuk S2 dan disertasi untuk program doctor atau S3. Standar penelitian skripsi, seorang peneliti hanya diwajibkan mendeskripsikan penelitiannya saja. sementara pada penelitian Thesis peneliti harus mampu berhipotesis dan pada penelitian disertasi, peneliti harus bisa memaparkan filosofi penelitiaanya. Dia menggambarkan ketiga penelitian ini dengan pertanyaan “Apa” untuk skripsi, “Bagaimana” untuk tesis dan pertanyaan “mengapa” untuk penelitian disertasi.
 
Hal yang paling penting untuk membuat tulisan kita menarik dan enak dibaca, sekaligus agar tidak ada celah untuk menolak tulisan kita dimuat dalam jurnal, kita harus memperhatikan setiap kalimat yang kita tulis harus memiliki kaitan antara kalimat pertama dengan kalimat selanjutnya, begitu juga untuk paragraf pertama dan pragraf kedua, terang professor yang sudah banyak menulis artikel diberbagai jurnal Internasional ini.
 
Prof. Irwan Abdullah, Ph. D juga berharap, dengan adanya pelatihan dengan tema Integrasi Riset dalam perkuliahan  ini para peserta dapat bersaing didunia internasional untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Bahkan diakhir pertemuan dia menantang peserta untuk menulis masing-masing satu artikel sesuai dengan bidangnya untuk dikirimkan kepadanya agar diedit dan dijadikan buku. “setelah pelatihan ini usai, saya berharap semua peserta dapat mengirimkan satu artikel, sesuai dengan bidang keilmuannya untuk kita jadikan buku dengan judul misalnya sendi-sendi agama Islam di Aceh, dan saya editornya tantangnya.

 

 

 

 

 

 
 
                         Jurusan Syari’ah Laksanakan Sidang Munaqas
 Sidang Munaqasyah adalam proses uji akhir bagi setiap mahasiswa sebelum menyandang Gelas Sarjana Strata-I di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, bigitu juga halnya dengan Jurusan Syari’ah yang sedang  melangsungkan proses Sidang Munaqasyah ini di Ruang Peradilan Semu Jurusan Syari’ah.

Ketua Jurusan Syari’ah, Nazaruddin, SH.I., MA. menyampaikan, Sidang Munaqasyah ini berlangsung  tanggal  26 Januari  sd  11 Februari 2015 dengan melibatkan 25 orang dosen penguji untuk  153 mahasiswa yang mendaftar dan telah memenuhi seluruh syarat-syarat dan telah menyelesaikan seluruh beban mata kulliah.

Sebelumnya pada tanggal 18 Juni sd  11 September 2014 juga telah dilakukan sidang Munaqasyah terhadap 114 orang, ini menunjukkan terjadi penambahan jumlah peserta sidang sebanyak  39 orang, dan diharapkan kepada mereka akan dapat mengikuti  Wisuda yang direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Maret ini, demikian disampaikan oleh Nazaruddin, SH.I., MA.

 
Jurusan Syari’ah saat ini terdiri dari beberapa prody yaitu Prody Al Ahwal Al Syakhsyiyah,Prody Ekonomi Islam dan Prody Hukum Ekonomi Islam.
 
 
 

Direktur Pendis ; Prof Dr Amsal Bakhtiar, MA: “ PTAIN PERLU  TINGKATKAN KWALITAS DAN KAPASITAS KAMPUS”

 
Perguruan Tinggi Islam diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan kwalitas sumber daya manusia agar tantangan yang akan dihadapi ke depan dapat dijawab baik oleh civitas akademika, mahasiswa dan alumni. Hal itu disampaikan Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Kemenag RI Prof  Dr Amsal Bakhtiar, MA dalam acara Milad ke 11 STAIN Malikussaleh Lhokseumawe hari Kamis tanggal 5 Februari 2015 di aula jurusan Syariah Alue Awee. Hadir dalam kesempatan itu Kasubdit Akademik Dirjen Pendis Dr Muhammad Zaen, MA, Dr Tuti Suryani, MH, Dr Syafrin, MH, Kanwil Kemenag Aceh Drs Ibnu Sa’dan, MPd, Bupati dan unsur Muspida Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe serta Civitas akademika STAIN Malikussaleh. 

Menurut Prof Amsal, STAIN Malikussaleh harus terus meningkatkan berbagai upaya untuk peningkatan kwalitas sumber daya manusianya.”apa yang sudah dimiliki sekarang sudah bagus dan ini harus lebih ditingkatkan lagi ke depan, baik peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas dosennya ” ujarnya.

Ditambahkannya mulai tahun ini Dirjen Pendis meluncurkan program 500 doktor untuk peningkatan sumberdaya manusia.”saya berharap agar para dosen di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dapat merebut peluang ini”imbuhnya.

Mengenai permintaan alih status dari STAIN menjadi IAIN, Prof Amsal menjelaskan bahwa menurutnya STAIN Malikussaleh sudah sangat layak untuk menjadi IAIN. Namun keputusan untuk itu bukan berada ditangganya. “Kalau SK untuk alih status  itu saya yang tandatangani, maka detik ini juga usulan STAIN Malikussaleh menjadi IAIN Malikussaleh saya tandatangani”ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Namun karena SK alih status akan ditandatangani oleh Presiden, maka STAIN Malikussaleh harus membangun komunikasi dengan Kementerian terkait seperti Menpan, Menkeu, Menkumham dan Mensekneg hingga ke Istana Negara. “Ini tentu butuh lobi-lobi khusus, dan sejarah mencatat bahwa orang Aceh memiliki kiat kiat khusus untuk melakukan lobi lobi ini”ujar mantan Wakil Rektor I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ketua STAIN Malikussaleh Dr Hafifuddin, MAg dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan milad ke 11 STAIN Malikussaleh baru pertama kali digelar dan akan menjadi agenda tahunan kampus ke depan. “5 februari 2014 adalah hari penandatanganan Keppres penegerian STAIN Malikussaleh, meski cikal bakal kampus ini sudah ada sejak lama” sebutnya.

Untuk itu di usia penegeriannya yang ke 11, STAIN Malikussaleh terus berusaha untuk mengembangkan sarana dan prasarana dan peningkatan kwalitas dosen hingga ke program Doktor.”terimakasih atas bantuan berbagai pihak terutama Dirjen Pendis, Pemerintah Aceh, Bupati Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe atas perhatiannya yang begitu besar untuk pengembangan STAIN Malikussaleh, semoga cita cita kita untuk mewujudkan Pendidikan Islam di Bumi Malikussaleh akan tercapai hendaknya”pungkasnya.              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                        Dr Muhammad Zaen, MA :

                                “PTAIN harus Prioritaskan  Teknologi”

 Dalam rangka pengembangan kampus ke depan, maka Perguruan Tinggi Agama Islam harus memprioritaskan teknologi informasi sebab tangangan yang dihadapi ke depan akan semakin kompleks sehinggga kampus kampus yang belum menyiapkan teknologi yang memadai akan semakin tertinggal. Penjelasan itu disampaikan Kasubdit Akademik Dirjen Pendis Dr Muhammad Zaen, MA dalam silaturahmi dan diskusi dengan para pimpinan STAIN Malikussaleh hari Jum at 6 Februari 2015 di kampus STAIN Alue Awe. Hadir dalam kesempatan itu Dr Tuti Suryani,MH, para Wakil Ketua, Direktur Pascasarjana, Ketua Jurusan, Sektaris Jurusan, Ketua Prody dan UPT dilingkungan STAIN Malikussaleh.     

 Dalam diskusi yang dipandu Wakil Ketua II Darmadi, MSi itu Dr Zain memaparkan bahwa  banyak hal yang harus disiapkan kampus untuk melaksanakan proses belajar mengajar seperti distingsi ilmu, kurikulum, silabus, dosen dengan kualifikasi doktor, akreditasi prodi dan institusi, sarana para sarana termasuk sistem teknologinya.”banyak kampus di lingkungan PTAIN yang sistem teknologi masih sangat minim sehingga terkendala dalam berbagai persoalan, termasuk data-data yang diperlukan Dirjen Pendis” ujarnya.

 Lebih lanjut, pria asal Bugis Makasar itu menjelaskan ke depan Dirjen Pendis akan lebih menekankan kepada PTAIN termasuk STAIN Malikussaleh untuk terus meningkatkan kemampuan IT dikampus dengan memprioritaskan jaringan internet untuk mendukung pangkatan data perguruan Tinggi dan mendukung proses belajar mengajar.”Ke depan seluruh area kampus itu harus terkoneksi dengan jaringan teknologi, sebab dosen dan mahasiswa sangat membutuhkan untuk pengembangan ilmu, ini harus menjadi prioritas Pak Ketua ” pesannya.

 Selain itu Dr Zain juga menyinggung tentang akreditasi program Studi di lingkungan  STAIN Malikussaleh. Ia berharap agar semua prodi yang ada di STAIN Malikussaleh agar segera terakreditasi dan juga melakukan penambahan prodi-prodi baru baik di jurusan Tarbiyah, Syariah, Dakwah dan Pascasarjana. “ini butuh kerja keras seluruh civitas akademika STAIN Malikussaleh agar upaya alih status menjadi IAIN Malikussaleh dapat segera terwujud” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 
 
Tingkatkan Kualifikasi Guru :

STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Lakukan Kerjasama dengan Dirjen Pendis Kemenag RI dan Disdikpora Kota Lhokseumawe 

 
 
 STAIN Malikussaleh Lhokseumawe melakukan  sosialiasi Peningkatan kualifikasi (Jenjang Strata satu) Tingkat TK/SD/SMP/SMA/SMK di Aula Syari’ah Alue Awe Lhokseumawe rabu 4/02/2015. Hadir dalam kesempatan itu Kakenmenag Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, dan civitas akademika STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

 

 Saed Alwi MA, selaku penggung jawab Kegiatan mengatakan, kegiatan ini menghadirkan 109 guru Pendidikan Agama Islam (PENDIS) dan 67 Guru Lainnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi jenjang pendidikan mereka hingga mencapai tingkat Strata1, 176 orang guru ini berasal dari kota lhokseumawe dan Aceh Utara.

 Said Alwi MA yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Tarbiyah   menambahkan kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dan bantuan dari Dirjen Pendis Kemenag RI dan Disdikpora Kota Lhokseumawe, Dirjen Pendis Kemenag RI akan membantu beasiswa bagi 109 Guru Pendis dan Disdikpora Kota Lhokseumawe akan membantu pembiayaan untuk 67 orang guru lainnya.  Sebelumnya pada  tahun 2010 kegiatan ini telah dilakukan kepada 29 guru dan tahun 2011 sebanyak 39 Guru.

 

 Kita harapkan kegiatan peningkatan kualifikasi guru ini dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang, karena meningkatkannya kualifikasi guru akan langsung berdampak terhadap kualitas anak didik nantinya, demikian saed alwi menyampaikan.

 Kegiatan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk “Temu Ilmiah” ini mengambil tema “Peningkatan kompetensi Pendidikan Melalui program Kualifikasi S1 Guru Madrasah dan Sekolah.” Menghadirkan pembicara Drs. Rusli, MM. (Kadisdikpora Kata Lhokseumawe) dan Dr. H. Hafifuddin, M.Ag. (Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.)  

 
Drs. Rusli, MM. Dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan dari pemerintah kota Lhokseumawe menyambut baik kegiatan ini, dan kegiatan ini harus dapat berjalan supaya kualifikasi para guru dapat meningkat, kami berharap dari 67 orang yang dibiayai oleh kota Lhokseumawe harus selesai hingga diwisuda nantinya.  Kami juga sangat mengharapkan kerjasama ini bisa terus berlanjut terhadap seluruh guru yang ada di kota Lhokseumawe dan InsyaAllah pada hari ini akan dilakukan penandatanganan MoU antara STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dengan Pemerintahan Kota Lhokseumawe cq. Disdikpora.

 

Sementara itu,  Dr. H. Hafifuddin, M.Ag. dalam sambutan dan arahannya menyampaikan,  kami berharap proses kerjasama ini dapat terus berjalan,  Dalam Pendidikan Islam dikenal Kemampuan intelektual dan kemampuan spriritual, perpaduan ini yang kemudian kita sebut aliran AlHikmah.

Kita harus terus banyak membaca baik yang tertulis dan tersirat. Ketua STAIN Juga menyampaikan motivasi belajar, bagaimana kita mengelola diri dengan cara bersikap positif, berpikir positif, berhati positif dan  berbicara positif. InsyaAllah hidup ini akan mudah.

 
 
 
                      Jurusan Tarbiyah Laksanakan Sidang Munaqasyah
 Dalam Mengisi waktu libur kuliah aktif dan sesuai dengan kalender akademik, jurusan-jurusan di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe melakukan Sidang Munaqasyah tanggal  2-11 Februari 2015 di gedung  jurusan Tarbiyah Buket Rata.

Jurusan Tarbiyah yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan sidang munaqasyah dalam tahap ini sebanyak  122 mahasiswa  yang diuji secara merathon oleh 34 penguji.

Sementara untuk program studi  Pendidikan Bahasa Arab, program studi  PGRA dan Managemen Pendidikan Islam (MPI), belum melakukan sidang munaqasyah karena masih merupakan Program Studi Baru.

Sektaris Jurusan Tarbiyah  Husaini, M.Ag mengatakan setiap Judul Skripsi Yang dijukan oleh mahasiswa telah melalui proses bimbingan Skripsi oleh dua orang dosen yang ditunjuk oleh Jurusan, sementara Penguji  skripsi terdiri dari empat personil  yaitu Penguji – I yang bertindak sebagai Ketua, dan Penguji – II bertindak sebagai Sekretaris  dan didampingi oleh anggota – I dan Anggota – II.

Aspek yang dinilai dalam Sidang Munaqasyah  : Adab, Kemampuan presentasi ringkasan skripsi, isi skripsi, tekhnik penulisan skripsi, kemampuan mempertahankan isi skripsi dan metodelogi.  Semoga mendapatkan nilai yang baik utk yang sedang mengikuti sidang munaqasyah.

 

 

 


Rihlah ilmiah

 

 

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Beserta Rombongan melaksanakan Rihlah ilmiah ke SMA Bayu pada Juma’at, 30/01/2015.

 

Ketua STAIN dalam kesempatan sambutannya dihadapan sekitar  500-an Siswa SMA Bayu menyampaikan bahwa dalam menuntut ilmu haruslah berimbang antara ilmu umum dengan ilmu agama agar kelak menjadi kepribadian yang baik dimanapun adik-adik nanti bekerja.

 

Secara sederhana ilmu di bagi dalam empat golongan  yaitu Ilmu Agama, Ilmu Umum, Ilmu Teknologi dan ilmu Ketrampilan. 

 

Turut dalam rombongan, Wakil Ketua-I, Para Kajur dari tiga Jurusan dan Seluruh Ketua Program Study.

 

    
                                        

PESERTA KPM HARUS MEMILIKI MODAL KEAGAMAAN

     Para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIN Malikussaleh Tahun akademik 2015-2016 diharapkan agar memiliki bekal pengetahuan dan keahlian yang cukup agar ketika berada di tengah tengah masyarakat dapat melaksanakan pengabdian secara maksimal. Harapan itu disampaikan Ketua STAIN Malikussaleh yang diwakili Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, perencanaan dan Keuangan Darmadi, M.Si  saat membuka acara coahing KPM STAIN Malikussaleh hari Rabu tanggal 28 Januari 2015 di aula Jurusan Syariah Alue Awe. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua III Bastiar, MA, Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat Drs Mahdi A.Syihab, MH serta panitia Pelaksana KPM 2015.

     “masyarakat menganggap bahwa mahasiswa STAIN Malikussaleh adalah orang-orang yang memiliki bekal ilmu agama yang mantap karena terdiri dari jurusan Tarbiyah, Syariah dan Dakwah, karena itu beban mahasiswa KPM dari STAIN akan sedikit lebih berat” sebut Darmadi.

     Lebih lanjut Darmadi menambahkan bahwa selama ini mahasiswa yang melaksanakan KPM di tengah-tengah masyarakat masih mengalami kendala terutama dalam persoalan-persoalan keagamaan yang diinginkan oleh masyarakat seperti menjadi imam shalat, khatib Jum’at dan mempimpin acara-acara keagamaan lainnya. “karena itu STAIN Malikussaleh sebelum menurunkan mahasiswa melaksanakan KPM terlebih dahulu memberi melakukan uji kemampuan menjadi imam, khatib dan memimpin doa-doa “ urainya.

     Bahkan tahun ini peserta KPM STAIN Malikussaleh akan dititipkan di pesantren pesantren terdekat sebelum turun ke desa-desa melaksanakan pengabdian. “di pesantren kita berharap agar peserta KPM bisa mempersiapkan bekal yang lebih matang sebelum turun ke lokasi KPM, jangan sia-siakan kesempatan untuk pembekalan di pesatren ini ” harapnya.    

     Ia berharap agar peserta KPM dapat mengikuti coaching ini dengan sunggguh-sungguh sebab materi-materi yang akan disampaikan dalam pembekalan ini sangat berguna bagi mahasiswa yang akan mengikuti KPM di tengah-tengah masyarakat. Selain itu Darmadi juga berharap agar para peserta KPM dapat menjaga etika pergaulan ketika berada di tengah-tengah masyarakat.”Bagaimana tampilan para peserta KPM ketika melakukan pengadian bersama masyarakat, maka begitulah masyarakat menilai mahasiswa STAIN secara keseluruhan. Karena itu jaga diri dan almamater STAIN, apalagi tema KPM kita adalah membangun gampoeng berbasis Syariat Islam”pungkasnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                            497 PESERTA KPM
                               IKUT PEMBEKALAN DI PESANTREN

 Sebanyak 497  mahasiswa akan melaksanakan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIN Malikussaleh gelombang pertama tahun akademik 2015-2016. Mereka akan ditempatkan di desa desa dalam Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara. Untuk tahun ini sebelum diturunkan ke desa-desa, seluruh peserta KPM STAIN Malikussaleh akan ditempatkan di pesatren-pesantren untuk pembekalan ilmu-ilmu agama.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana KPM STAIN Malikussaleh Mahdi A.Syihab, MH dalam laporannya saat acara pembukaan Coaching (pembekalan) KPM STAIN hari Rabu 28 Januari 2015 di Aula jurusan Syariah Alue Awee. Pemateri yang memberi pembekalan antara lain Ketua STAIN Malikussaleh yang diwakili Wakil Ketua Darmadi, M.Si,  dan para pimpinan Darul Abrar Paloh Batee, Darul Ichwan Hagu Barat Laut, Raudhatul Jannah Puentuet.
 “jumlah peserta KPM Tahun ini mencapai 884 orang sehingga kita terpaksa membagi peserta menjadi 2 gelombang. Untuk gelombang pertama berjumlah 497 orang dan sebelum turun ke lapangan, peserta KPM akan diberi pembekalan selama satu hari penuh di kampus dan dilanjutkan di pesantren-pesantren ”sebutnya. Ditambahkannya bahwa tema KPM STAIN Malikussaleh Tahun ini adalah membangun gampoeng berbasis Syariat Islam. Karena itu sebelum diturunkan ke lapangan, peserta KPM kali ini akan dititipkan ke pesantren-pesantren untuk menambah bekal ilmu agama.
 
Adapun pesantren yang akan ditempatkan mahasiswa  KPM untuk pembekalan adalah Dayah Darul Abrar Paloh Batee, Darul Ichwan Hagu Barat Laut, Raudhatul Jannah Puentuet, Al Hidayah Blang Teu Meuraksa, Dayah Rudi Nisam, Babul Huda Lhoksukon, Babul Musta’adah Rayeuk Minjee, Dayah Abu Usman Bayu.

Para peserta akan memulai pembekalan di dayah dayah tersebut mulai tanggal 29 Januari sd  12 februari 2015 dan akan ditempatkan di desa desa dalam Kecamatan Langkahan dan Cot Girek dalam pelaksanaan kegiatan KPM mulai  16 Februari sd 31 maret 2015.

 ”Harapan kami para peserta pembekalan dapat mengikuti kegiatan di pesantren-pesanren tersebut untuk memperdalam ilmu agama agar memiliki persiapan yang matang sebelum terjun ke masyarakat”  demikian Mahdi Syihab.

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                               Mengapa Parkir Mundur

Parkir mundur lebih baik, mengapa ? tentu yang pertama akan mudah dan cepat saat hendak meninggalkan tempat, dan tidak terlalu sulit saat melakukan pemarkiran, dan yang lebih utama adalah parkir mundur lebih aman untuk kejadian-kejadian yang luar biasa seperti kebakaran dan bencana alam lainnya, dengan parkir mundur mobil akan lebih mudah meninggalkan tempat bila kondisi musibah terjadi (kesiap-siagaan bencana), parkir mundur juga baik dilakukan di bagasi rumah.

Pada perusahaan besar atau perusahaan asing biasanya menerapkan parkir mundur, demikian juga yang terlihat pada pelataran parkiran STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, para pengguna  mobil melakukan parkir mundur teratur, terlihat lebih rapi dan kompak tanpa komando.

 
Jum’at  Bersih-bersih

 

 

Jum’at bersih  (23/01/2015), melibatkan seluruh jararan pejabat struktural dan staf/karyawan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, aksi bersih-bersih kali ini akan merambah Gedung Biro, Gedung Syari’ah dan Gedung Dakwah.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kebersihan, keindahan dan kenyamanan di lingkungan kampus sesuia dengan instruksi Nomor Sti.30/03/KP.01.2/86/2015, tentang pelaksanaan kegiatan gotong royong dilingkungan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 wib ini dan suasana Gotong royong masih terasa hingga menjelang jum’at, efektif pelaksanaan gotong royong ini berjalan hingga pukul 10.30.

Melihat kondisi lingkungan kampus yang masih jauh untuk dapat disebut indah, bersih dan nyaman, ada kemungkinan kegiatan gotong royong ini akan dilaksanakan setiap jumat pagi, hanya waktunya nanti yang akan disesuaikan, agar tidak mengganggu kegiatan lainnya, demikian disampaikan oleh Kasubbag. Umum.
 
 
 
  “Taqninul Ahkam; Menggali nilai-nilai Syari'at dalam HukumNasional”
 STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, akan menggelar Seminar Nasional dengan Thema : “Taqninul Ahkam; Menggali nilai-nilai Syari'at dalam HukumNasional” yang insyaAllah akan berlangsung pada Minggu Kedua Bulan Februari 2015.
 Kegiatan ini akan menghadirkan pemateri diantaranya dari  Pemateri : Dari IUN Bandung, MPU Aceh, UIN Medan , UIN Banda Aceh. Salah Seorang Pimpinan Dayah  di Aceh dan serta dari tuan rumah  STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.
Koordinator kegiatan, Zulfikar Ali Buto menyampaikan, Jumlah peserta yang akan di undang utk mengikuti seminar ini sebanyak 150 orang yang terdari dari perwakilan Perguruan Tinggi Agama Islam dari 53 PTAI seluruh Indonesia sebanyak 53 orang, Kepala Sekolah, Pimpinan Dayah,  anggota Dawan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe (Komisi Terkait), , MPU, Mahkamah syariah, Polres. Kejaksaan, Dinas Syariat dan mahasiswa.
 Kegiatan Seminar Sehari ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Milad STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yang terdiri : Silaturahmi  Nasional  bersama  para  Tokoh Aceh Peduli  Pendidikan dan Dirjen Pendis Kemenag R.I, Seminar Nasional “Taqninul Ahkam ; Menggali  nilai-nilai   Syariat  dalam  Hukum Nasional”,  Bedah  Buku  hasil  karya  dosen  dan  Mahasiswa   STAIN Malikussaleh Lhokseumawe,  Donor Darah, STAIN Berbagi;  kepada  “orang-orang kecil”  dan Mahasiswa Kurang Mampu.  STAIN Peduli “Baksos”,   Lomba Qiraatul Kutub Pertandingan olah raga,  MoU  dengan  kampus-kampus  terkemuka  dan  lembaga-lembaga  terkait,  Penghargaan kepada warga kampus  “berprestasi” dan “berkontribusi”. [sai]
                  
 
 
 
PIMPINAN STAIN SURVEY LOKASI AUDITORIUM

 

Para Pimpinan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Wakil Ketua (Waket) – I, II dan III melakukan persiapan pembangunan Gedung Auditorium Kampus dengan melakukan survey lokasi dan pengukuran tanah pertapakannya pada rabu (20/01/2015.)

Turut dalam rombongan ini Kabag dan Kasubbag Keuangan yang didampingi oleh seorang tenaga konsultan ahli. Tujuan dari survey ini adalah untuk memastikan letak pembangunan Gedung auditorium nantinya sudah sesuai dengan masterplant pembangunan kampus, strategis, efektif dan efesien dalam penggunaan nantinya.

Kegiatan ini lebih awal dilakukan, agar kampus memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan yang matang dan rekanan nantinya juga memiliki waktu yang cukup untuk bekerja, sehingga diharapkan akan melahirkan gedung auditorium yang berkwalitas.
Wakil Ketua STAIN Darmadi, M.Si, mengatakan luasan gedung auditorium ini nantinya direncanakan sekitar 1500                                  , luasan ini diharapkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengunaannya dalam jangka panjang ke depan.  
 
Zulfirman-Gunawan Terpilih sebagai Gubernur-wakil gubernur Mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Periode 2015-2016.
 

Komite Independen Pelaksana Pemilihan (KIPP) Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe,  kamis (15 januari 2015)  melaksanakan Pemilihan Raya (PEMIRA) di kampus Tarbiyah Buket Rata dan Tarbiyah Alue Awee, dalam siaran persnya Taufik Syarbaini (ketua KIPP) menyampaikan, pada tahun ini Cuma dua calon kandidat mendaftarkan diri kepada kami, yaitu no urut 1 Zulfirman dan Gunawan masing-masing dari prodi Bahasa Arab dan Prodi Pendidikan Agama Islam, sedangkan no urut 2 Mahzar dan Fakhrurreza masing-masing dari Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Matematika.

 

Taufiik menambahkan, jumlah pemilih tetap adalah 2120 pemilih dari 7 prodi dan 3 TPS, namun jumlah pemilih yang memberikan suara hanya berjumlah 887 pemilih, berdasarkan hasil rekapitulasi suara oleh KIPP, pasangan no urut 1  memperoleh 561 suara, sedangkan pasangan no. Urut 2 memperoleh  316 suara, dan suara  Rusak sebanyak  10 suara.

 

Pasangan no urut 1 unggul 245 suara dari 3 TPS yang disediakan, maka dengan itu pasangan no urut 1 secara resmi sah terpilih menjadi gubernur –wakil gubernur Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe periode 2015-2016.
 Semoga pasangan terpilih dapat menjalankan tugas dan amanahnya sesuai dengan visi-misinya dan menjunjung tinggi Almamater STAIN Malikussaleh serta mendukung perubahan status kampus menjadi IAIN dan untuk pasangan yang belum terpilih semoga dapat berkontribusi juga dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan nantinya.[sai]. 

  

 

                            “2 jam bersama Bpk. Fitriyel Hanif, M. Ag.” 

 

 

 

 

 

 

 

 STAIN Malikussaleh kembali mengadakan kegiatan kemahasiswaan menyambut kepulangan Bapak Fitriyel Hanif, M.Ag., Beliau adalah seorang mantan Hakim Mahkamah Syari’ah Lhokseumawe dan juga Mantan dosen senior di Jurusan Syari’ah Prodi Ahwal Al-SyakhsiyahSTAIN Malikussaleh Lhokseumawe

Kegiatan yang bertajuk “2 jam bersama Bpk. Fitriyel Hanif, M. Ag.”  Dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Umum dengan tujuan utama adalah dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa STAIN Malikussaleh dan khususnya Mahasiswa/i Prody Ahwal Al-syakhsiyah. Semester Akhir.

Kegiatan yang berlangsung dilaksanakan di “Ruang Pengadilan Semu” Jurusan Syariah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe berlangsung tanggal 19 Januari 2015 dari pukul 14.00-16.00 dihadiri sekitar 50-an peserta.

Diharapkan dari kegiatan ini akan membekali mahasiswa di bidang kepengacaraan. Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kualitas diri, tidak gamang setelah menjadi Sarjana Hukum Islam,  apalagi kedepan ditengah era persaingan bebas dan era masyarakat ekonmi asean yang pastinya memerlukan keahlian-keahliah khusus disamping harus memiliki kemampuan dasar seperti bahasa, komputer dan IT.

 
Bapak Fitriyel Hanif, M.Ag., saat ini adalah Hakim Pengadilan Agama Tiga Raksa Tanggerang,  beliauh berkisah tentang pengalamannya sebagai Hakim dengan memberikan pengetahuan-pengetahuan praktek peradilan, dimana tidak selalu sama antara tiory yang dipelajari di bangku kuliah dengan kenyataan saat bekerja, karenanya kegiatan seperti ini menjadi sangat penting agar mahasiswa benar-benar siap menghaddapi kenyataan pasca kuliah nantinya. [sai]
 
 
STAIN LAKSANAKAN WORKSHOP KURIKULUM KKNI

Dalam upaya meningkatkan kwalitas kurikulum untuk meningkatkan mutu dan kwalitas lulusan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe melaksanakan evaluasi kurikulum dengan kegiatan worskhop kurikulum  Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Acara yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 15 Januari 2015 di aula biro Alue Awe diikuti 50 orang peserta yang terdiri dari Para Wakil Ketua, Ketua Jurusan, Sektaris Jurusan, Ketua Program Studi, dan Kepala UPT dan para dosen di lingkungan STAIN Malikussaleh.

Ketua Panitia Pelaksana Dr Syahrizal, MAg dalam laporannya menyatakan bahwa worskhop ini dilaksanakan selama satu hari penuh untuk menerima masukan mengenai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebelum merivisi kurikulum yang selama ini diberlakukan di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.Pemateri dalam kegiatan adalah Mardiana Irawaty, M.Sc, ST dosen Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) Jogjakarta.

“kami berharap para peserta dapat menerima input-input baru yang berkenaan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk kemudian kita atur langkah-langkah merevisi kurikulum yang selama ini diberlakukan di kampus STAIN Malikussaleh” harap Wakil Ketua I STAIN Malikussaleh bidang pendidikan dan pengajaran itu.

Ketua STAIN Malikussaleh Dr H.Hafifuddin, MAg dalam sambutannya saat membuka acara menjelaskan bahwa ke depan alumni STAIN Malikussaleh harus dapat bersaing dengan berbagai alumni PTN dan PTAIN lain di seluruh Indonesia. “alumni kita harus mampu menjawab tantangan zaman ke depan yang semakin kompleks, karena itu harus kita mulai dari kurikulum yang bagus” sebutnya.

Lebih lanjut, Hafifuddin berharap agar penerapan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dapat segera direalisasikan di kampus STAIN Malikussaleh ke depan.”kita harus mempersiapkan kurikulum yang kuat dan tenaga pengajar yang berkualifikasi pendidikan yang tepat agar kurikulum kita tidak salah sasaran” pesannya.

Hafifuddin juga berjanji akan terus memperbaiki kurikulum yang berlaku di STAIN Malikussaleh dan meningkatkan kualifikasi pendidikan para dosen di STAIN Malikussaleh ke jenjang S-3 (program doktor) untuk meningkatkan mutu dan kwalitas lulusan ke depan.”ini penting  karena kurikulum dan dosen itu sangat menentukan dalam proses pendidikan dan pengajaran di Perguruan Tinggi” ujarnya.   [dar]

 

 

 
MAHASISWA PPL DIMINTA TINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI 
 Mahasiswa yang akan melaksanakan Praktek Pengajaran Lapangan (PPL) diharapkan dapat  meningkatkan kemampuan berkomunikasi agar dapat menyesuaikan diri dengan iklim komunikasi di sekolah. Jika kemampuan berkomunikasi tidak dimanfaatkan secara maksimal, maka mahasiswa akan mengalami banyak kendala dalam mempraktekkan ilmu yang selama ini dipelajari di Kampus di sekolah sekolah.
 
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua IV STAIN Malikussaleh Darmadi Sulaiman,MSi ketika membuka acara coaching PPL mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh di kampus Alue Awe Sabtu (14/9). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Jurusan Tarbiyah Sofyan Arianto, MPd, para Ketua Program Studi di lingkungan Tarbiyah dan para undangan lainnya.
 
“PPL ini pada dasarnya adalah memperkenalkan lapangan kerja menjadi seorang guru profesional dengan  mengajar bagi pesertanya, karena itu peserta PPL diharapkan dapat mempraktekkan ilmu yang selama ini dipelajari di kampus di sekolah tempat  melaksanakan PPL’ ujar Darmadi. Selain itu ia mengharapkan kepada para peserta PPL untuk menyesuaikan diri dengan suasana sekolah tempat melaksanakan PPL” bangun komunikasi dan kerja sama dengan semua pihak, tunjukkan kemampuan akademis dengan penuh percaya diri  dan jaga almamater STAIN Malikussaleh dengan baik selama anda mengikuti PPL ini” harap Darmadi

Ketua Pelaksana coaching PPL Syahrizal, MAg dalam laporannya menjelaskan bahwa coaching dilaksanakan selama 2 hari dengan menghadirkan pemateri dari Disdikpora Kota Lhokseumawe, Kemenag Aceh Utara  serta Dosen Tarbiyah STAIN Malikussaleh.”jumlah peserta 432 orang dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Inggris dan Matematika. Mereka akan ditempatkan di 70 sekolah di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara mulai tanggal 16 September s/d 16 November 2013” pungkas Syahrizal.

JADIKAN PUSTAKA SEBAGAI TEMAN KULIAH
 Mahasiswa STAIN Malikussaleh diharapkan untuk menjadikan pustaka sebagai teman dalam membantu proses belajar mengajar. Karenanya mahasiswa diharapkan selalu mengunjungi perpustkaan dan membaca buku minimal satu judul buku dalam sehari. Harapan itu disampaikan Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Dr Iskandar , MCL saat membuka acara Online Public Acses Catalog (OPAC) yang dilaksanakan oleh Unit Perpustakaan STAIN Malikussaleh pada hari Jum’at tanggal 4 Oktober 2013 di gedung Pustaka Kampus Alue Awee. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua IV, Darmadi, Msi, Kabag Drs A.Bakar Sidiq,
 
Kepala Perpustakaan STAIN Yusnaini Ilyas, serta para Ketua Jurusan, Sektaris Jurusan dan Ketua Prody di lingkungan STAIN Malikussaleh.“Selamat menjadi mahasiswa STAIN Malikussaleh, dan jadikanlah Pustaka dengan segala judul buku yang ada ini sebagai teman Anda.
 
Dalam agama dianjurkan kita agar mampu menambah seorang teman dalam sehari, maka dalam kuliah kita harus bisa membaca satu buku dalam sehari ” ujar Iskandar.Lebih lanjut Iskandar menambahkan bahwa jika dosen tidak bisa masuk memberi kuliah, maka mahasiswa dapat memperdalam sendiri ilmu dengan mengunjungi dan membaca buku di pustaka.
 
Selain itu, buku-buku yang ada di Pustkaka akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas selama perkuliahan.“yang paling penting adalah motivasi pada mahasiswa itu sendiri, dalam arti mau pergi ke pustaka untuk membaca buku atau tidak, karena itu kepada mahasiswa baru saya berharap agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan memanfaatkan pustaka sebagai tempat untuk memperdalam ilmu-ilmu yang diberikan oleh para dosen di ruang kuliah” harap Iskandar.
 
Ketua Panitia Pelaksana Mutia Rahmi, Amd dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan OPAC ini dikuti oleh seluruh mahasiswa baru STAIN Malikussaleh tahun akademik 2013-2014 yang berjumlah 801 orang. “Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari Sabtu-Minggu sampai dengan bulan November 2013, adapun pemateri yang akan mengisi kegiatan pelatihan ini berasal dari Perpustakaan Daerah dan Karyawan Pustaka STAIN Malikussaleh Lhokseumawe” demikian Mutia Rahmi.
 
 
 PERDALAM TEKNOLOGI KOMUNIKASI  
UNTUK BERDAKWAH
Penggunaan Ilmu Komunikasi untuk melaksanakan kegiatan dakwah saat ini sudah semakin luas seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi.
Selengkapnya baca dihalaman Progam Studi -->  Jurusan Dakwah
JURUSAN DAKWAH LAKSANAKAN KULIAH UMUM
Mengawali masa perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2013-2014 Jurusan Dakwah STAIN Malikussaleh menghadirkan Guru Besar Komunikasi Islam pada IAIN Sumatera Utara.
Selengkapnya baca dihalaman Progam Studi -->  Jurusan Dakwah

News & Events
29-01-2015
STAIN Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2015-2016
STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
read more...

16-01-2015
3 Tamsilan Sifat Hati Manusia
Hati Manusia memiliki 3 (tiga) sifat yang jika di ilustrasikan dengan tanah maka sifat hati yang pertama adalah seperti tanah liat, tanah karang dan tanah
read more...

08-01-2015
STAIN Malikussaleh Lhokseumawe mendapatkan Tambahan 17 Tenaga PNS Calon Dosen Tahun 2015
STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Mulai tahun 2015 akan mendapat tambahan tenaga Pengajar Dosen PNS sebanyak 17 (tujuh belas) orang, berdasarkan pengumuman
read more...



Testimonial
17-03-2014
Muhammad Jafar
Assallamuallaikum,Wr.Wb. Salam keiklasan menuju STAIN ke IAIN ,semoga semakin ada perubahan dalam dinamika kebersamaan tanpa terbesit kepentingan -kepentingan
read more...

06-03-2014
Muhammad Jafar
Alhamdulillah STAIN dahulu telah berubah drastis dengan kondisi sekarang ,dahulu ketika status swasta dibawah kepemimpinan Pak Thaleb dan Pak Hafif
read more...

05-01-2014
Muhammad Suhery (Sekjend BEM STAIN Mal 2012/2013)
Assalamualaikum. . .wr. .wb. . STAIN Malikussaleh. . . terbenak difikiran saya andai kata ada yang berani mengusung tema "Visit STAIN Malikussaleh
read more...

25-02-2013
taufik syarbaini
perubahan kualitas stain juga harus dilakukan oleh mahasiswa dengan membentuk karakter kesadaran untuk belajar memenuhi kebutuhan batin akan ilmu. Tidak
read more...

21-02-2013
Muhammad Nasrullah Ar-Rayyan
Dulu saya tidak percaya STAIN Malikussaleh mampu membuat saya menjadi orang saat ini. Berkat Ilmu yang saya dapatkan di STAIN Malikussaleh dan melalui
read more...

Total Pengunjung : 20053

Copyright © 2011 STAIN Malikussaleh All Rights Reserved